Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh  dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.





   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

..Maka nikmat dari Tuhan mu yang mana lagi yang engkau dustakan..

berdebu

masih dalam padang penuh debu


Nama coev tadinya sih cuman singkatan yang digayakan dari kata ucup, dibacanya cup (oe ejaan lama dari u) jadi coev dibaca cup singkatan dari ucup, gitu loh! tapi kemudian seiring waktu berjalan, tenyata coev memiliki makna lainnya, coev terdiri dari 4 huruf berbeda dua huruf hidup (vokal) dan dua huruf mati (konsonan), mencerminkan dua cahaya dan dua kegelapan yang menyelimuti jiwa, Dua huruf vokal yang diapit dua huruf konsonan berarti jiwa kehidupan yang diliputi rangka

Nama ucup, ya itu panggilan sehari-hari di kampus dan organisasi serta tempat kerja, kalau di rumahnya panggilannya beda lagi. tapi kemudian seiring berjalannya desah nafas yang mengalun, ternyata ucup adalah gabungan kata dari bahasa inggris: u - cup -> you and cup, jadinya u-cup ialah cangkirmu atau kamu adalah cangkir, maknanya kamu itu hanyalah cangkir yang menerima segala pemberian hidayah dari yang Maha mengalirkan air kesegaran, duh jadi haus deh...

Nama berdebu, tadinya sih terinsipirasi ama group debu. Kemudian juga ada ayat Al Qur'an yang menyebutkan kata debu (bagaikan debu yang beterbangan, dll), makna berdebu ialah bagian dari pribadi atau hidupku yang mementingkan duniawi, sementara katanya kenikmatan dunia dibandingkan kenikmatan akhirat katanya kan ibarat debu diantara gurun pasir haaaaaacih! duh jadi pilek deh ngisap debu

Nama Majroin, tadinya mau membuat nama yang lucu gitu lho namun belum dimiliki oleh orang lain, kalu kabayan atau si iteung mah kan udah kakoncara kamana-kamana ti kampung jeung ti desa cenah mah geus dibeja beja Majroin adalah singkatan dari majmaal bahroin, artinya pertemuan dua lautan. Artinya mencerminkan kehidupan yang selalu diliputi oleh pasangan sedih dan gembira, ada dan tiada, senyum dan tangis, benci dan cinta, dendam dan rindu, di dalam kerangka yang lahi dan batin, dsb, dll gitu lho....

Ucup Al-Bandungi maksudnya ucup yang orang Bandung, biar gak ketuker dengan ucupnya bajuri

Untuk lebih ngerti lagi tentang nama2 yang banyak, dipersilahkan dan disarankan membaca salah satu buku Emha Ainun Nadzib berjudul Markesot Bertutur. Di dalam buku tsb Emha memilah karakter dirinya menjadi beberapa tokoh: Markesot, Markedut, dll Dan semua tokoh tsb mewakili sifat-sifat tertentu yang ada di dalam pribadi si pengarang.

Gimana, ada yang mau nanya lagi? Silahkan sms aja ya ke HP saya di 08122069714 tapi gak dijamin bakalan dijawab, terutama yang cuman iseng-iseng doang


Sebagian tulisan!

  • Cerpen

  • resensi buku

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    rss feed

    Tuesday, September 20, 2005
    Re: Lelaki yang Diam


    Re: Lelaki yang Diam

    puisi ini diketik tgl 14 Juli 2005?
    Meloncati waktu?
    :)

    -------o

    Lelaki yang diam
    pandangannya jauh menembus malam
    harapnya teguh sepanjang zaman mencekam
    tapi langkahnya telah ringkih seakan hanya diam

    padahal
    kecepatannya melampaui penginderaan
    penglihatan

    diam
    memang tak selamanya diami

    seperti puisi ini
    menembus waktu
    mencengangkan pengibaan


    ~ 28/06/05

    From: "misbach" <misbach...
    Subject: LELAKI YANG DIAM

    LELAKI YANG DIAM
           : Bapak

    lelaki yang diam
    matanya teduh, kadang juga kelam
    badannya kukuh berwarna legam

    lelaki yang diam
    mencurahkan cinta seperti tetesan embun
    di ujung malam
    meredam amarah dalam keheningan
    merembeskan tawa pelan-pelan

    lelaki yang diam
    bayangnya jatuh di jantungku
    mencair pelan
    mengaliri nadiku

    Bekasi, 14 Juli 2005


    Posted at 09:36 am by ucup
    Comment (1)  

    Saturday, September 17, 2005
    kisah dedaunan


    kisah dedaunan
    Ucup al-Bandungi


    pohon pohon menulang j
    daun daun berhamburan
    tanpa buah meranum tumbang

    akar mengenal daun
    ketika layu dan terbenam
       :    membusuk di sari bumi

    akar mengenal buah
    ketika busuk tak terpetik
       :     terbenam layu di sari bumi

    pohon tanpa buah
    ibarat iman tak beramal

    daun bergesekan
    ibarat amal berhamburan
       :    tertiup angin persangkaan

    adalah kalimat Nya*
    ibarat pohon tak berdaun
    ibarat pohon selalu berbuah

    lalu
    mengapa masih kau gesekan alunan dedaunan itu
    hingga ia memerah merekah dan tertumpah hijaunya

    menunggu tersapu angin hingga terjatuh ke tanah
    menjadi sampah tersapu kayu di seret jerami
    teronggok menyatu di siram embun
    membusuk
    menjadi humus


       :    teruntuk para dedaunan
           di puncak pohon menjulang


    ~ UI Depok, 21/08/05

    *QS: 14: 24-25


    Posted at 10:24 am by ucup
    Ngasih Komentar?  

    Thursday, September 15, 2005
    wajahmu


    wajahmu
    Ucup al-Bandungi


    wajahmu

    adalah seluruh daun jatuh terluruh
    adalah sejumlah biji buah terbelah
    adalah sekuntum kelopak meranum

    barat timur utara selatan

    baik buruk susah senang

    cantik tampan kurang lebih

    damai perang

    rukun cekcok

    kasar halus

    adalah wajahmu

    bagaimana ku tak melihat wajahmu
    bagaimana ku tak melihat hadirmu

    di setiap kerling mataku
    di setiap deru nafasku
    di setiap degap jantungku
    di setiap kernyit hidungku
    di setiap kontrak ototku
    di setiap gerak inginku
    di setiap hembus hawaku
    di setiap bimbang diamku

    disetiap kata yang teringat
    kata yang terbaca
    yang terngiang
    terpikir

    bagaimana ku tak melihat wajahmu

    tapi

    mengapa juga aku masih mengkhianatimu??
    .........

    ~ 25/06/05


    Posted at 09:19 am by ucup
    Comment (1)  

    Monday, September 12, 2005
    lima jari


    lima jari
    Ucup al-Bandungi*


    lima jari
    berfalsafah

    telunjuk menghadap kemuka
       : mendakwa

    tengah, manis, dan kelingking menunjuk ke saya
       : cermin jiwa

    jempol menunjuk ke Dia (keluar atau kau tekuk kedalam)
       : ngarasula

    ~ 17 Agustus 2005


    *ngarasula = b sunda -> memprotes takdir



     


    Posted at 10:18 am by ucup
    Ngasih Komentar?  

    Saturday, September 10, 2005
    timbul tenggelam


    timbul-tenggelam
    Al_Bandungi

    kumelayang
    dipermukaan lautan takdirmu

    kadang kekhawatiranku
    menenggelamkanku
    kadang ketakutanku
    menimbulkanku

    timbul
    tenggelam
    melayang
    di permukaan

    buih di lautan
    buih lautan

    ............

    ~ 24/06/05


    Posted at 09:10 am by ucup
    Ngasih Komentar?  

    Next Page